Hadapi Tantangan Globalisasi, BEM FKIP UNISMUH MAKASSAR Gelar Dialog Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045
Januari 22, 2026
Sebagai upaya memperkuat peran mahasiswa dalam menghadapi dinamika dan tantangan globalisasi pendidikan, telah dilaksanakan kegiatan Dialog Pendidikan dengan tema “Sinergi Mahasiswa dalam Menjawab Tantangan Globalisasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme, diikuti oleh kurang lebih 70 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa dan pemerhati pendidikan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan III, Dr. Nawir, M.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya ruang-ruang dialog akademik sebagai wadah penguatan nalar kritis mahasiswa. Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045, khususnya melalui sektor pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan global.
Dialog pendidikan ini menghadirkan dua narasumber utama yang kompeten di bidangnya, yakni Dr. H. Muslin Bando, M.Pd., Anggota Komisi X DPR RI, serta Rijal Jamal, seorang konten kreator pendidikan yang dikenal aktif mengangkat isu-isu edukasi di ruang digital. Kehadiran keduanya memberikan perspektif yang komprehensif, baik dari sisi kebijakan pendidikan nasional maupun realitas transformasi pendidikan di era digital.
Dalam pemaparannya, Dr. H. Muslin Bando, M.Pd. menyoroti tantangan pendidikan Indonesia di tengah arus globalisasi, mulai dari kualitas sumber daya manusia, pemerataan akses pendidikan, hingga kesiapan sistem pendidikan nasional dalam menghadapi perubahan teknologi. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berperan aktif dalam mengawal kebijakan pendidikan yang berpihak pada kemajuan bangsa.
Sementara itu, Rijal Jamal mengulas peran media digital dan konten kreatif sebagai instrumen baru dalam pendidikan. Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu memanfaatkan ruang digital secara produktif untuk menyebarkan nilai-nilai edukatif, membangun literasi, serta memperluas dampak positif pendidikan di tengah masyarakat global.
Kegiatan ini diawali dengan laporan ketua panitia, Muh Jesmin, yang menyampaikan latar belakang pelaksanaan dialog pendidikan sebagai respon atas tantangan globalisasi dan kebutuhan akan sinergi lintas elemen mahasiswa. Ia berharap forum ini dapat menjadi pemantik lahirnya gagasan-gagasan progresif dan kolaboratif dalam dunia pendidikan.
Selanjutnya, Ketua Umum, Muhammad Saifullah, dalam sambutannya menegaskan komitmen organisasi untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan intelektual yang relevan dengan isu strategis nasional. Menurutnya, dialog pendidikan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang melibatkan peserta secara aktif. Beragam pandangan, kritik, dan gagasan konstruktif muncul, mencerminkan tingginya kepedulian mahasiswa terhadap masa depan pendidikan Indonesia.
Melalui kegiatan Dialog Pendidikan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif dan sinergi mahasiswa dalam menjawab tantangan globalisasi pendidikan, sekaligus memperkuat kontribusi nyata generasi muda dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan pada tahun 2045.