HIPMA GOWA Koordinatorat Pattallassang Desak Aparat Penegak Hukum Usut Dugaan Peredaran Narkotika di Wilayah Lapas
April 07, 2026
Pattallassang, Kab.GOWA, Selasa, 7 April 2026 Himpunan Pelajar Mahasiswa (HIPMA) Gowa Koordinatorat Pattallassang secara resmi menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mengeluarkan mosi tidak percaya terkait adanya dugaan kuat praktik peredaran narkotika yang dikendalikan atau terjadi di dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sungguminasa di wilayah Kabupaten Gowa.
Berdasarkan hasil pemantauan dan aduan masyarakat yang dihimpun oleh kader HIPMA Gowa Koordinatorat Pattallassang, ditemukan indikasi adanya aktivitas ilegal yang mencederai fungsi lapas sebagai lembaga pembinaan. Hal ini dinilai sebagai ancaman nyata bagi regenerasi kepemudaan, khususnya di wilayah Pattallassang dan sekitarnya.
Jendral lapangan, menegaskan bahwa institusi penegak hukum tidak boleh tutup mata terhadap fenomena ini.
"Lapas seharusnya menjadi tempat bagi warga binaan untuk kembali ke jalan yang benar, bukan justru menjadi pusat kendali atau pasar bagi peredaran barang haram. Kami menduga adanya kebocoran sistem pengawasan yang memungkinkan narkotika masuk dan beredar di sana," ujar [Muhammad Rahid].
Tuntutan Utama HIPMA Gowa Koordinatorat Pattallassang:
1. Investigasi Menyeluruh: Mendesak Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) wilayah Sulawesi Selatan serta Kepolisian Resor (Polres) Gowa untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan investigasi transparan di dalam Lapas.
2. Bersihkan Oknum Internal: Meminta pimpinan Lapas untuk menindak tegas jika ditemukan adanya keterlibatan oknum petugas yang memfasilitasi masuknya narkotika.
3. Transparansi Informasi: Menuntut keterbukaan informasi publik mengenai hasil pengawasan berkala di dalam Lapas demi mengembalikan kepercayaan masyarakat.
HIPMA Gowa Koordinatorat Pattallassang berkomitmen untuk terus mengawal isu ini hingga ada tindakan konkret dari pihak berwenang. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata, organisasi menyatakan siap untuk melakukan aksi penyampaian aspirasi secara terbuka sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan peredaran narkoba di wilayah tersebut.
"Kami tidak akan tinggal diam melihat masa depan pemuda Gowa hancur karena lemahnya integritas oknum di dalam lembaga negara. Kami butuh bukti nyata, bukan sekadar janji di atas kertas," tutup Jendral Lapangan.