DPP HIPMA GOWA DARURAT DEMOKRASI,MATINYA KESADARAN=MATINYA ORGANISASI.

Saya melihat kondisi DPP HIPMA GOWA yang tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya, sebenarnya ini bukan lagi sekadar persoalan teknis belaka, melainkan cerminan kepemimpinan yang sangat bobrok dan mandeknya mekanisme demokrasi. Apa yang terjadi di DPP HIPMA GOWA hari ini menunjukkan adanya kegagalan dalam menjaga amanah organisasi, terutama ketika masa jabatan telah berakhir namun kepastian arah organisasi justru semakin kabur.

Tuntutan untuk mencopot Ketua Umum DPP HIPMA GOWA bukan lahir dari imajinasi saya sendiri, melainkan akumulasi kekecewaan para Kader-Kader yang berada di akar rumput terhadap kepemimpinan yang dinilai tidak lagi mampu menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara optimal. Dalam organisasi kader, legitimasi bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang kepercayaan. Ketika kepercayaan itu roboh, maka secara moral kepemimpinan tersebut telah kehilangan pijakan.

Desakan agar pengurus DPP segera memberikan kepastian terkait pelaksanaan MUBES adalah bentuk kegelisahan para kader-kader yang berada di akar rumput. MUBES bukan sekadar forum seremonial ataupun ajang debat kusir, tetapi ruang demokrasi tertinggi untuk menentukan arah organisasi ke depan. Menunda pelaksanaannya sama saja dengan menunda regenerasi dan memperpanjang ketidakpastian.

Lebih jauh lagi, tuntutan untuk mengembalikan fungsi dan peran DPP sebagaimana mestinya adalah kritik atas matinya kesadaran para pengurusnya. DPP seharusnya menjadi pusat pergerakan, bukan justru menjadi titik stagnasi. Ketika DPP HIPMA GOWA tidak lagi hadir sebagai ruang aktualisasi kader, maka yang tersisa hanyalah nama tanpa makna.

Dalam situasi seperti ini, peran MPO menjadi sangat krusial. MPO tidak boleh diam. Karena mereka memiliki tanggung jawab moral dan struktural untuk meluruskan arah DPP. Ketika pengurus tidak berjalan sesuai relnya, MPO harus hadir sebagai penyeimbang, bukan sekadar simbol tanpa adanya tindakan.

Akhirnya, evaluasi menyeluruh terhadap kinerja DPP selama satu periode, bahkan yang berpotensi berlanjut ke periode berikutnya adalah langkah yang tidak bisa ditawar. Evaluasi bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk menyelamatkan. Tanpa evaluasi yang jujur dan terbuka, DPP HIPMA GOWA akan terus berjalan dalam lingkaran setan yang sama.

Ini bukan sekadar tuntutan, tetapi alaram untuk mengembalikan marwah DPP HIPMA GOWA. Jika hari ini dibiarkan, maka yang hilang bukan hanya kepengurusan, tetapi juga kepercayaan kader terhadap rumahnya sendiri.

Salam sejahtera untuk kita semua...
~Kanda Kancil