Meniti Malam Dalam Relung Keresahan
November 04, 2022
Oleh: De Matte'
Bencana alam merupakan fenomena yang tak bisa dipastikan kapan, dimana, dan bagaimana kejadiannya. Meskipun iya terdapat beberapa badan yang mampu memprediksi curah hujan, skala gempa ataupun yang berkaitan dengan getaran, suhu maupun cuaca, itu hanyalah sebuah konstruk dari hasil ide, nalar, serta intuisi dari manusia itu sendiri. Yang menjadi pertanyaan bagaimana semua itu bisa terjadi? Apakah ini takdir tuhan? sampah yang bertebaran dimana-mana, laut, gunung, hutan yang menjadi sumber eksploitasi, tanpa adanya pemikiran jangka panjang. Hingga hari ini kita melihat peristiwa bencana dimana-mana, manusia-manusia tanpa daya menjerit. Sepertinya alam sudah merasa terusik terhadap perlakuan semena-mena manusia itu sendiri. Ebiet G Ade, dalam sisipan lirik lagunya mengutarakan "Mungkin tuhan mulai bosan, atau alam mulai enggan, melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa"... kemudian disambungnya sebagai pelengkap "coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang". Filosofis dan makna yang cukup dalam. Menjadi hal yang representative saya fikir, untuk 3 hubungan yang saling mengikat. Hablun minannas, Hablun minallah, serta Hablun minal ard. Tinggal bagaimana kita mengambil sikap kawan!.
