Need For Achievement VS Need for Afiliation

Pic: google
Oleh: De Matte'
Ketua Umum HMJ SKI 2019

Mindshet pulang kampung memang suatu hal yang 'tabu' bagi kalangan akademis ketika tak dilakukan, serta dianggap prioritas saat libur telah tiba, untuk melepas rindu ataupun rasa tegang dalam ruang-ruang intelektual. Ada yang memanfaatkan liburan untuk mencari biaya spp, ada yang kembali untuk membantu kerja orang tua, ada juga yang kembali untuk memang, liburan dan rekreasi untuk kepuasan diri semata. Kita semua mempunyai waktu senggang (free time). Kita bisa bertanya pada setiap orang: "kalau mempunyai waktu senggang, apa yang akan anda lakukan?" Ada yang menjawab akan mengunjungi saudara, pulang kampung, berziarah kepada orang tua-baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia-bersilaturahmi, menyelenggarakan selamatan, dan sebagainya. Kalau anda menjawab seperti itu, kata mcClelland, anda memiliki nilai yang sangat rendah pada need for achievement tetapi memiliki nilai yang sangat tinggi pada need for afiliation (keinginan untuk bersahabat, berkasih sayang, populer, disukai orang banyak). Lain halnya dengan orang yang menjawab: "saya akan menggunakannya untuk belajar, untuk meningkatkan keterampilan, untuk memperbaiki tingkat ekonomi, belajar dengan belajar lebih banyak, untuk kursus." Orang seperti ini memiliki need for achievement yang tinggi (rekayasa sosial, 117).
Jadi?...dimana posisi kita?