Puasa dan Kuasa


Fian Anawagis
Ketua Umum HMJ SKI

   Kufikir bulan puasa dalam bingkai ramadhan mubaraq, merupakan ajang jeda dan latihan dari segala aktivitas yang cenderung 'duniawi', atas hasrat kuasa dalam diri dan jiwa. Betapa tidak, bulan puasa  ramadhan ini hanya terdapat pada 1 bulan diantara 12 lainnya dalam setahun. Beberapa elemen di dunia pun turut menyambut dengan meriah dan riak di setiap penjuru kota dan desa.
   Mari kita melihat pendekatan analogi pabrik dan organ dalam vital manusia, pabrik dalam industrialisasi cenderung bekerja tanpa henti sebelum diistirahatkan, agar mesin tetap terawat dan terpelihara dari kerusakan maka dibutuhkan jeda sementara sebelum lanjut memproduksi. Sama hal dengan organ dalam dari tubuh manusia, lambung misalnya, menurut para pakar kesehatan, lambung akan terus bekerja keras selama mengasup makanan yang tidak memiliki beberapa jeda yang cukup tuk masuk dalam rongga mulut. dan dengan puasa dapat terbuktikan bahwa beberapa organ vital dalam pencernaan dapat berisitirahat sementara waktu, dan energi tubuh menjadi lebih terarah untuk proses perbaikan sel dan  sistem dalam tubuh yang mungkin rusak. Hingga organ tersebut dapat bekerja lebih baik dan berbagai penyakit dapat terkendalikan jika dilakukan dengan baik.
    Dari segala penjuru dan elemen dunia, puasa tidak hanya dilakukan oleh manusia, akan tetapi hewan, tumbuhan pun hendak melakukannya dalam proses bermetamorfosa. Ulat misalnya, hewan yang cukup menjijikan bagi sebagian banyak orang, pun berpuasa tuk jadi kepompong yang kemudian bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang indah. Di bagian laut seperti ikan salmon, pun hanya dapat berenang dan migrasi jauh setelah mengosongkan isi perutnya. Adapun di kalangan beberapa tumbuhan, bentuk puasanya adalah dengan menggugurkan beberapa dedaunannya tuk menjadi tumbuhan yang sempurna.
  Menjadi suatu refleksitas bahwa ada banyak manfaat yang akan di peroleh dari berpuasa. Maka, siapa yang menentukan hasrat kuasa atas diri dan jiwa? Tentu, kembali pada person masing-masing. Mari kita berbenah. Wassalam.