Distraksi Hari Raya
November 04, 2022
Selama dua hari di awal bulan Mei, kurang lebih ada 2 momentum berentetan sebagai refleksi ekonomik-historis, islamic-nasional. Yakni gerbong Mei dibuka dengan refleksi hari buruh, yang selanjutnya disusul Hardiknas dan bertepatan hari idul Fitri umat Islam sejagat Dunia pada 1 Syawal 1443 H/2 Mei 2022 M.
Ramadhan telah meninggalkan umat muslim di tahun ini. Disisi yang berbeda, selain banyaknya amalan dilipat gandakan, keberkahan dunia pun tak berhenti mengalir mengasihi para pemeluk Islam. Olehnya tak sedikit yang bersedih akan kepergian ramadhan ini. Alih-alih memaksimalkan nilai ibadah, juga banyak yang acuh dengan kekuatan spirit ramadan karna tidak kuatnya landasan iman.
Tanggal 1 Mei menjadi peringatan buruh internasional akan kebijakan perlakuan terhadap pekerja. Selanjutnya bak seperti penopang, hari pendidikan nasional menyusul seakan 2 kesatuan yang tak terpisahkan, saling menyokong satu sama lain.
Banyak tenaga buruh yang menyekolahkan anaknya untuk menggapai keberhasilan dan kesuksesan, begitupun sebaliknya banyak kaum terpelajar yang memakai legalitasnya menjadi buruh sebagai jalan untuk menyangga tatanan keluarga. Barangkali begitulah seterusnya. Kadang kala, tuhan selalu punya rencana terbaik untuk hambanya.
Pada hari lebaran, semua orang ramai bermaaf maafan secara simbolis sebagai sebuah tradisi silaturahmi menghapus jejak dosa sosial yang telah lalu. Meskipun tak semua orang beruntung dapat merasakan FAMILY time dihari raya itu. Ada yang harus tetap bekerja, menempuh pendidikan dan sebagainya. Yang intinya adalah harus tetap bergerak agar tidak berhenti pada kebuntuan.
Salam sejahtera untuk kita semua. (Baik yang berbaju baru, maupun tidak). Salamakki.
De Matte'
Mahasiswa Psikologi UICI