Ramadan Menepis Stigma Resesi

  Genderang memasuki tahun 2023 begitu bergejolak, sebagaimana pidato para petinggi negara mengenai resesi dunia tahun ini. Viralitas latto-latto pun telah berlalu, permainan yang membenturkan dua benda bundar satu sama lain.

     Kini muncul benturan baru pada iklim konstitusi di republik Indonesia. Beberapa waktu lalu menjadi perbincangan hangat seperti dijagat sepakbola tanah air, terhadap pro-kontra penolakan Israel yang riskan dengan sensitivitas umat beragama. Juga bumingnya sebuah video yang menampilkan ketua DPR berbadan tikus oleh BEM UI. Yakni sebagai bentuk pengewajantahan kritisisme digital gen Z dalam menolak mentah-mentah pengesahan perpu ciptakerja yang kontraproduktif dengan keadaan para pekerja secara umum. Sebab demonstrasi tak lagi menjadi aspirasi yang akurat ditelinga para wakil rakyat. Semua dianggapnya hanya sebatas suara sumbang yang tak perlu dihiraukan. Jangankan demonstrasi, suara pro masyarakat di dalam kantor DPR yang sama pun, masih dibungkam dengan mic yang dibisukan.

Menakar efektivitas poin UUD Pasal 23 pada minimnya kenaikan upah buruh disalah satu korporasi tambang nikel.

Beberapa dari kita semua pasti tidak asing dengan salah satu pasal yang berbunyi "bumi air dan segala kekayaan dinikmati oleh rakyat? Yah, itu terdapat dalam UUD yang belum diamandemen. UUD yang kita semua kenal sebagai dasar negara/konstitusi. Secara internasional Indonesia termasuk dalam negara dengan sumber daya alam yang melimpah. Itu dibuktikan dengan kekayaan negeri yang salah satunya dengan sumbangsih terbanyak dari sektor pertambangan. Ada tambang emas, nikel dan lain sebagainya. Bahkan beberapa riset terbaru menyatakan bahwa Indonesia adalah penyimpan cadangan nikel terbesar di dunia. Diantaranya, Badan survey geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan pada tahun 2022 lalu, Indonesia adalah produsen nikel terbesar di dunia. Tentunya itu menjadi barometer perhatian khusus sebuah negara dalam mengakumulasi sumber pendapatan dan penghasilan.

Sebuah curahan hati dari seorang buruh di salah satu perusahaan tambang nikel.

Menurut beberapa buruh bagi mereka berbicara tentang upah adalah hal yang pelik, serasa tabu untuk dibicarakan. Sama halnya ketika berbicara tentang kondisi buruh yang hidupnya pas-pasan dengan kebutuhan hidup yang terus meningkat sedangkan upah yang diterimanya tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup diri sendiri dan keluarganya maka tidak mengherankan jika buruh menuntut kenaikan upah agar dapat hidup layak.

Kembali ke persoalan yang pelik yaitu tentang upah. Dengan adanya tawaran dari pengusaha menaikan upah sebesar 2,04% atau pada nominal Rp.75.000,. dibagi selama 30 hari kerja.
tawaran pengusaha tersebut dianggap tidak manusiawi dan juga alasan pengusaha tidak menyanggupi tuntutan 9,26% dikaitkan dengan kemungkinan resesi yang melonjak. paling tidak sesuai Permenaker 18/22. Karena pengusaha berdalih bahwa produktivitas perusahaan menurun dan sedang merugi besar. Alasan tersebut menurut buruh, merupakan statement pembelaan dari pengusaha yang sedari awal menghendaki upah dibayar murah. Apalagi sudah didukung dengan kuat oleh perpu ciptkerja terbaru.

Hemat buruh pengertian upah adalah sebagai alat tukar kerja dengan target produksi. Maka akumulasi keuntungan perusahaan merupakan hasil kerja keras buruh dan juga capaian prestasi atas permintaan target produksi yang tinggi dan komitmen buruh untuk memajukan perusahaan juga tidak mengecewakan maka tidak ada alasan jika selisih keuntungan yg berlipat-lipat dari hasil produksi juga diberikan kepada buruh yang telah berjuang sekuat tenaga menjalankan roda ekonomi perusahaan. Akan tetapi sekuat apapun para buruh menuntut jika tidak ada empati terhadap kesejahteraan rakyat maka suara-suara hanya dianggap sebagai nada sumbang. Sehingga berharap dan menyandarkan diri semata kepada tuhan selaku pembolak-balik hati adalah jalan yang paling solutif.

Berkah ramadan membuat teritorial resesi menjadi kabur.

Kabar resesi dunia yang menyeramkan tak selalu membuat manusia terlihat lemah dan tak berdaya. Buktinya memasuki bulan ramadan mayoritas umat muslim melaksanakan puasa dengan khidmat. Hidangan takjil bertaburan dimana-mana. Euforia begitu terasa hingga Chelsea FC salah satu club sepak bola terbesar di dunia perdana mengadakan buka bersama di stadion kebanggaan. Bukan hanya itu, sebuah katedral di Inggris juga menuai pujian karena nilai toleransi menyediakan takjil buka puasa untuk disantap bersama membuat atmosfer berbeda tapi satu semakin khidmat tak terhingga. 

Berkah ramadan, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah (kecuali Israel). Berpuasa seperti ulat yang bermetamorfosa hingga mekar menjadi kupu-kupu yang indah menebarkan keindahan dan kedamaian disegala penjuru alam.

Wallahu A'lam bisshowab.

Fian Anawagis
Direktur Eksekutif Sulapa Appa Studi Indonesia