Hasad: Penyakit Hati yang Melahirkan Peperangan

Ilustrasi AI Bing Image


Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah dan ampunan, di mana umat Islam diajarkan untuk meningkatkan ketakwaan dan menjauhi segala perbuatan tercela. Salah satu penyakit hati yang harus diwaspadai di bulan Ramadhan adalah hasad atau dengki. Hasad merupakan perasaan tidak senang terhadap kenikmatan yang diperoleh orang lain, baik berupa harta, kedudukan, maupun kebahagiaan.

Perasaan hasad dapat melahirkan berbagai dampak negatif, salah satunya adalah peperangan yang berkecamuk baik dalam hati maupun gejolak batin. Ketika seseorang dihinggapi rasa hasad, ia akan terdorong untuk menjatuhkan dan menghancurkan orang lain yang dianggapnya lebih sukses. Hal ini dapat memicu perselisihan, pertikaian, dan bahkan peperangan seperti yang terjadi pada saudara kita umat muslim Palestina yang mengalami genosida akibat hasrat kekuasaan dari kaum zionis naudzubillahi minzalik. Padahal Nabi Muhammad SAW telah menegaskan bahaya hasad dalam salah satu hadisnya :

"Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk itu adalah dosa yang paling dusta. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah memata-matai, janganlah bersaing, janganlah saling dengki, janganlah saling membenci, dan janganlah saling memutuskan hubungan. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa hasad merupakan salah satu dosa besar yang harus dijauhi. Hasad dapat merusak hubungan antar manusia dan memicu berbagai perbuatan tercela. Sedangkan dalam lensa sosiologi kontemporer, hasad dikaji sebagai salah satu bentuk "kekerasan simbolik". Pierre Bourdieu, seorang sosiolog Prancis, mendefinisikan kekerasan simbolik sebagai bentuk penindasan yang dilakukan melalui sistem simbol dan makna. Hasad dapat dikategorikan sebagai kekerasan simbolik karena ia dapat mendorong seseorang untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

Hasad merupakan penyakit hati yang dapat melahirkan berbagai dampak negatif, termasuk peperangan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu menjaga hati dan pikiran dari rasa hasad. Kita harus selalu bersyukur atas apa yang kita miliki dan tidak iri terhadap apa yang dimiliki orang lain.

Pada bulan Ramadhan ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan, mendoakan saudara kita yang berada di Palestina dan menjauhi segala perbuatan tercela, termasuk hasad. Dengan demikian, kita dapat meraih kebahagiaan dan kedamaian di dunia dan akhirat.


Kultum Ramadan #1

Fian Anawagis (Mahasiswa Digital Neuropsikologi UICI)