Ideologi Zionis dan Kisah Nabi Hud menumpas Superioritas Kaum Ad

Kelompok yang identik dengan arogansi dan klaim superioritas, sering dikaitkan dengan kisah Nabi Hud dan kaum 'Ad dalam Surah Hud. Kisah ini menggambarkan bagaimana kesombongan dan penolakan terhadap mukjizat Nabi Hud membawa kehancuran bagi kaum 'Ad. Jika pada masa itu kejadian serupa diproyeksikan di masa sekarang maka, Zionisme yang didasarkan pada keyakinan bahwa orang-orang Yahudi memiliki hak eksklusif atas tanah Israel. Keyakinan ini dilandaskan pada interpretasi agama dan sejarah yang dianut oleh para Zionis. Beberapa Zionis meyakini bahwa mereka adalah "ras pilihan" Tuhan dan memiliki hak ilahi atas tanah Israel. Pandangan ini, yang didasarkan pada eksklusivisme agama, dapat melahirkan rasa superioritas di kalangan Zionis. Selain itu, Zionisme juga diwarnai dengan narasi sejarah yang menekankan kehebatan dan pencapaian orang-orang Yahudi. Narasi ini sering kali mengabaikan atau meminimalkan sejarah dan penderitaan orang-orang lain, terutama Palestina. Hal ini dapat memperkuat rasa superioritas di kalangan Zionis dan memicu diskriminasi terhadap kelompok lain. Weber melihat Zionis sebagai kelompok yang memiliki "etos rasionalitas" yang kuat. Mereka yakin bahwa mereka ditakdirkan untuk mencapai tujuan mereka, sehingga menggunakan berbagai cara, termasuk kekerasan dan manipulasi, untuk mencapai tujuan tersebut. Surah Hud dalam Al-Quran menceritakan kisah Nabi Hud dan kaumnya, 'Ad. Kaum 'Ad dikenal dengan kesombongan dan rasa superioritas mereka. Mereka menganggap diri mereka lebih kuat dan lebih maju daripada bangsa lain.


Nabi Hud diutus untuk mengingatkan mereka tentang kesombongan mereka dan mengajak mereka untuk menyembah Allah SWT. Namun, kaum 'Ad menolak ajakan Nabi Hud dan terus berbuat kerusakan di muka bumi. Sebagai balasan atas kesombongan mereka, Allah SWT menimpakan azab yang pedih kepada kaum 'Ad. Azab ini merupakan mukjizat Nabi Hud yang menunjukkan bahwa Allah SWT adalah Maha Kuasa dan tidak ada yang dapat menandingi kekuatan-Nya. seperti angin kencang yang membawa azab, dapat dilihat sebagai simbol perlawanan terhadap kesombongan dan penindasan. Mukjizat ini menunjukkan bahwa kekuatan Tuhan jauh lebih besar daripada kekuatan manusia, dan bahwa kesombongan pada akhirnya akan membawa kehancuran. Kisah Nabi Hud dan kaum 'Ad adalah kisah yang relevan dengan situasi genosida di jalur Gaza saat ini. Zionis, dengan kesombongan dan arogansi mereka, mirip dengan kaum 'Ad. Mukjizat Nabi Hud adalah pengingat bahwa kekuatan Tuhan jauh lebih besar daripada kekuatan manusia, dan bahwa kesombongan pada akhirnya akan membawa kehancuran.


Wallahualambisshowab

Kultum Ramadan #13

Fian Anawagis