Ketahanan Pangan dan Keberlanjutan Lingkungan: Perspektif Al-An'am
Al-Quran, sebagai sumber pedoman hidup bagi umat Islam, memuat
berbagai ayat yang mengandung nilai-nilai universal, termasuk tentang ketahanan
pangan dan keberlanjutan lingkungan. Salah satu ayat yang relevan dengan tema
ini adalah ayat 141 dari surat Al-An'am:
"Dan Dialah yang
menurunkan air dari langit, kemudian Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam
tumbuh-tumbuhan, lalu Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu bulir yang
bertumpuk-tumpuk. Dari pangkal mayang pohon kurma Kami keluarkan tandan-tandan buah
kurma yang berjurai. Dan Kami jadikan kebun-kebun anggur, zaitun, dan delima
yang bercampur dan tidak bercampur. Perhatikanlah buahnya ketika berbuah dan
ketika masak. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi
kaum yang beriman."
Ayat ini menunjukkan
bahwa Allah SWT telah menyediakan sumber daya alam untuk manusia, seperti air
dan tanah, yang dapat digunakan untuk menghasilkan berbagai macam makanan.
Manusia diamanahkan untuk mengelola sumber daya alam tersebut dengan bijak
untuk mencapai ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.
Ketahanan Pangan dan Keberlanjutan
Lingkungan
Ketahanan pangan
didefinisikan sebagai kondisi di mana semua orang memiliki akses fisik dan
ekonomi yang cukup terhadap pangan yang aman dan bergizi untuk memenuhi
kebutuhan gizi mereka dan hidup sehat. Ketahanan pangan erat kaitannya dengan
keberlanjutan lingkungan, karena sistem produksi pangan yang tidak
berkelanjutan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan degradasi sumber daya
alam. Keberlanjutan lingkungan mengacu pada kemampuan bumi untuk memenuhi
kebutuhan manusia saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang
untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Keberlanjutan lingkungan dicapai
dengan menggunakan sumber daya alam secara efisien dan bertanggung jawab, serta
dengan melindungi dan memulihkan ekosistem. ketahanan pangan dan keberlanjutan
lingkungan dapat dicapai dengan memastikan bahwa semua bagian sistem sosial
bekerja sama secara harmonis. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan
kesadaran masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan dan keberlanjutan
lingkungan, serta dengan mengembangkan kebijakan dan program yang mendukung
produksi pangan yang berkelanjutan. Theodore M. Schapiro dengan penelitiannya
tentang hubungan antara manusia dan lingkungan berpendapat bahwa manusia adalah
bagian dari alam dan bahwa keseimbangan antara manusia dan alam harus dijaga
untuk mencapai keberlanjutan. Vandana Shiva seorang aktivis
lingkungan dari India juga berpendapat bahwa sistem pertanian industrial
merupakan salah satu penyebab utama kerusakan lingkungan dan bahwa perlu ada
kembali ke pertanian tradisional yang lebih berkelanjutan.
Ayat Al-An'am 141 memberikan panduan penting bagi umat Islam
tentang pentingnya menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Memahami
dan mengatasi masalah ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Dengan
bekerja sama dan menerapkan prinsip-prinsip ketahanan pangan dan keberlanjutan
lingkungan, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi
sekarang dan generasi mendatang.
Kultum Ramadan #8
