Menelaah Distribusi Keadilan: Aktualisasi Agitasi Marx dalam Konteks Agamis

 


Surah Ali Imran, salah satu surah Madaniyah yang kaya makna, menawarkan panduan dalam menavigasi dunia yang kompleks. Di tengah realitas kontemporer yang penuh dengan gejolak dan ketidakadilan, ayat-ayatnya memberikan petunjuk dan solusi. Dengan memadukan pesan surah Ali Imran dengan teori sosiologi Marx, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi dunia saat ini dan merumuskan langkah-langkah menuju perubahan yang positif.

Ketidakadilan Struktural dan Kapitalisme

Surah Ali Imran menyoroti berbagai bentuk ketidakadilan yang melanda masyarakat, seperti penindasan, keserakahan, dan kezaliman. Ayat 108 menegaskan, "Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu beriman." Pesan ini selaras dengan kritik Marx terhadap sistem kapitalisme yang melahirkan stratifikasi sosial dan eksploitasi kelas pekerja. Surah Ali Imran mendorong umat manusia untuk bangkit melawan ketidakadilan. Ayat 110 menyatakan, "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah." Ayat ini jika dikomparasikan dengan perspektif Marx tentang kesadaran kelas, maka di mana kelas pekerja harus menyadari posisinya dan bersatu untuk melawan penindasan, pentingnya solidaritas dan persatuan. Ayat 103 mengingatkan, "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai." Solidaritas ini menjadi landasan bagi terciptanya keadilan sosial, di mana semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Marx pun membayangkan masyarakat sosialis di mana sumber daya didistribusikan secara adil dan kebutuhan setiap orang terpenuhi.

Ikon Diverifikasi Komunitas

Peran Agama dan Aktivisme

Surah Ali Imran memandang agama sebagai kekuatan transformatif yang dapat mendorong perubahan sosial. Ayat 112 menyerukan, "Dan janganlah kamu berpegang kepada tali Allah dengan lemah, tetapi hendaklah kamu berpegang teguh dengan sebenar-benarnya." Agama dapat memotivasi individu untuk menjadi agen perubahan dan memperjuangkan keadilan sosial. Aktivisme yang dilandasi nilai-nilai agama menjadi instrumen penting dalam mewujudkan perubahan positif. Penggabungan pemaknaan surah Ali Imran dan teori sosiologi Marx menawarkan perspektif yang holistik dalam memahami dunia saat ini. Pesan surah Ali Imran tentang perlawanan terhadap ketidakadilan, solidaritas, dan keadilan sosial sejalan dengan kritik Marx terhadap kapitalisme dan visinya tentang masyarakat yang lebih adil. Dengan memadukan keduanya, kita dapat menemukan inspirasi dan strategi untuk membangun dunia yang lebih baik, di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk hidup dengan penuh martabat dan sejahtera.

Wallahualambisshowab


Kultum Ramadan #5

Fian Anawagis (Mahasiswa Magister Antropologi UH)