Menepati Janji dan Melawan Korupsi: Sebuah Refleksi dari Asbabun Nuzul Surah Al-Maidah

 


Surah Al-Maidah ayat 38 turun sebagai teguran keras bagi mereka yang melanggar amanat dan mencuri. Asbabun nuzulnya terkait dengan seorang wanita Bani Makhzum yang mencuri, dan meskipun dia berasal dari suku terhormat, Nabi Muhammad SAW tetap menegakkan hukum potong tangan. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya individu menjaga amanat, menepati janji dan memerangi korupsi, nilai integritas yang fundamental dalam membangun masyarakat yang adil dan sejahtera.

Saat korupsi masih marak terjadi, pesan surah Al-Maidah ayat 38 menjadi semakin relevan. Para pemimpin yang korup telah mencederai janji mereka kepada rakyat dan mengkhianati amanat yang diberikan. Alih-alih telah disumpah dibawah kitab suci, Mereka telah mencuri uang rakyat untuk kepentingan pribadi, dan tindakan ini telah merugikan banyak orang. Robert K. Merton, mengemukakan teori anomie strain, yang menjelaskan bahwa korupsi dapat terjadi ketika ada kesenjangan antara tujuan budaya dan struktur sosial yang tersedia untuk mencapainya. Ketika orang-orang tidak memiliki akses yang sah untuk mencapai tujuan mereka, mereka mungkin tergoda untuk menggunakan cara-cara ilegal seperti korupsi. Korupsi bukan hanya masalah individu, tetapi juga masalah struktural. Oleh karena itu, solusinya harus mencakup upaya untuk memperkuat norma-norma sosial, meningkatkan akses ke sumber daya, dan membangun sistem yang lebih transparan dan akuntabel. Selo Soemardjan, mengemukakan konsep "kekeluargaan" agar tidak disalahgunakan fungsi integritasnya dengan melakukan hal yang berlawanan sebagai salah satu nilai budaya yang dapat membantu memerangi korupsi. Nilai kekeluargaan menekankan pada rasa saling tolong menolong dan gotong royong. Jika nilai ini diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, maka orang-orang akan lebih berhati-hati dalam melakukan tindakan korupsi karena mereka akan merasa malu dan bersalah kepada keluarga dan masyarakat.

Menepati janji dan memerangi korupsi adalah dua nilai yang fundamental dalam membangun masyarakat yang adil dan sejahtera. Asbabun nuzul surah Al-Maidah ayat 38 menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya nilai-nilai ini. Pendekatan sosiologis dapat membantu kita memahami akar penyebab korupsi dan mencari solusi yang tepat. Dengan menerapkan nilai-nilai budaya yang positif dan membangun sistem yang lebih kuat, kita dapat memerangi korupsi dan membangun masyarakat yang lebih baik.


Kultum Ramadan #7

Fian Anawagis (Mahasiswa Magister Antropologi UH)