Manfaat Pajak untuk Pendidikan: Investasi Menuju Masa Depan Gemilang Bangsa

    (Gambar: ditjenpajakri)

  Pajak memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Pajak digunakan sebagai sarana pendidikan dan layanan kesehatan, serta untuk membiayai berbagai program pendidikan. Dalam konteks kepatuhan wajib pajak, penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak rata-rata mencapai 77,24% dari skor idealnya [Dianawati, 2006]. Largevelt mendefinisikan pendidikan sebagai setiap usaha, pengaruh, perlindungan, dan bantuan yang berlangsung sejak dini, termasuk dalam keluarga dan masyarakat. Pendidikan ini membantu tumbuh dan berkembang nilai-nilai dasar seperti kelakuan, keimanan, disiplin, akhlak, dan lain-lain [Largevelt, 2006]. Pajak juga digunakan untuk membiayai fasilitas pendidikan seperti perbaikan jalan raya, fasilitas kesehatan, dan beasiswa pendidikan. Dalam hal ini, pajak berfungsi sebagai sumber pendapatan yang digunakan untuk membiayai berbagai kepentingan umum, termasuk pendidikan [https://www.gramedia.com/]. Dalam teori antropologi, pendidikan dilihat sebagai proses budaya yang membantu tumbuh dan berkembang nilai-nilai dasar. Pendidikan ini membantu masyarakat menjadi lebih sadar dan patuh terhadap hak dan kewajiban, termasuk kewajiban perpajakan. Oleh karena itu, pajak berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membantu masyarakat menjadi lebih sadar dan patuh terhadap kewajiban perpajakannya [http://eprints.kwikkiangie.ac.id/]. Pendidikan merupakan kunci utama pembangunan dan kemajuan bangsa.

Inkulisifitas Pajak untuk Pendidikan   

         Bangsa yang cerdas dan berdaya saing lahir dari sistem pendidikan yang berkualitas. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan investasi yang signifikan, dan di sinilah peran penting pajak. Pajak yang dibayarkan oleh rakyat menjadi sumber pendanaan vital bagi pemerintah untuk membangun dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Pajak, seringkali dipandang sebagai beban, sejatinya merupakan kontribusi penting bagi kemajuan bangsa. Salah satu sektor krusial yang dibiayai melalui pajak adalah pendidikan. Investasi dalam pendidikan melalui pajak memberikan segudang manfaat, sebagaimana ditegaskan oleh para pakar pembangunan dan kemajuan pendidikan. Menurut Theodore Schultz investasi dalam pendidikan adalah investasi yang paling menguntungkan. Menyatakan bahwa pendidikan meningkatkan “modal manusia”, yang merupakan aset penting “mesin penggerak utama” pembangunan ekonomi. Bagi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial (Schultz, 1961). Sejalan dengan Isaac B. Lippmman,  yang juga menyatakan bahwa “pendidikan adalah investasi paling penting yang dapat dilakukan oleh individu dan masyarakat” (Lippman, 1938). Investasi dalam pendidikan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan berpengetahuan, aset berharga bagi pertumbuhan ekonomi dan inovasi. SDM yang berkualitas mendorong produktivitas, meningkatkan daya saing bangsa di kancah global, dan membuka peluang penciptaan lapangan kerja.

    Modal yang merujuk pada pengetahuan, keterampilan, dan kesehatan individu, sama pentingnya dengan modal fisik seperti infrastruktur dan teknologi. Dengan pendidikan yang berkualitas, masyarakat dapat meningkatkan taraf hidup, mengurangi kemiskinan, dan mencapai kesejahteraan. Senada dengan Freire (1970), yang menekankan bahwa pendidikan memang seharusnya sebagai alat transformasi sosial. Pendidikan yang kritis dan partisipatif, didorong oleh pajak, dapat melahirkan masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya, mampu menyuarakan pendapatnya, dan aktif dalam mewujudkan perubahan sosial yang positif. Investasi dalam pendidikan melalui pajak tak hanya menguntungkan individu, tetapi juga bangsa secara keseluruhan. Jacques Delors, mantan Presiden Komisi Eropa, dalam laporannya yang berjudul “Learning: The Treasure Within”, menegaskan bahwa pendidikan adalah “kunci untuk abad ke-21” (Delors, 1996). Di era globalisasi dan informasi yang penuh tantangan, pendidikan menjadi kunci untuk beradaptasi, berinovasi, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi semua.

Melangkah untuk Masa Depan Gemilang

          Manfaat pajak untuk pendidikan diharapkan tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh masyarakat dan bangsa secara keseluruhan. Dengan SDM yang berkualitas, Indonesia dapat meningkatkan daya saing di kancah internasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan masyarakat yang sejahtera. Sebab, Pendidikan merupakan pilar fundamental bagi kemajuan bangsa. Bangsa yang maju ditopang oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, dan pendidikan berperan vital dalam mencetak SDM tersebut. Di sinilah peran penting pajak dalam mendukung kemajuan pendidikan. Pajak bagaikan bahan bakar yang menggerakkan roda pendidikan, mengantarkan bangsa menuju masa depan gemilang. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengalokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk sektor pendidikan ([UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional]). Dana ini digunakan untuk berbagai program pendidikan, seperti: Membangun sekolah baru di daerah terpencil dan tertinggal, meningkatkan kualitas guru melalui pelatihan dan pengembangan profesional, memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi dan kurang mampu, mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, memperluas akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. (Kemdikbudristek RI, 2021). Hal ini dikomentari Illich (1971), yang telah menegaskan agar dapat membebaskan individu dari ketergantungan dan ketidakberdayaan, sehingga memungkinkan mereka untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat dan mencapai potensi penuh mereka.

       SDM yang berkualitas akan mendorong inovasi, kewirausahaan, dan daya saing bangsa di kancah global. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga pajak bukan sekadar beban, tetapi investasi penting untuk masa depan bangsa. Manfaat pajak untuk pendidikan tak terhitung, mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas SDM, hingga melahirkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya. Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat dalam membayar pajak, kita dapat membangun bangsa yang maju dan sejahtera melalui pendidikan yang berkualitas. pajak memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan pendidikan dan membangun SDM unggul. Dengan berinvestasi dalam pendidikan melalui pajak, kita menanamkan benih masa depan yang gemilang bagi bangsa Indonesia.


Referensi

Delors, J. (1996). Learning: The treasure within. Paris: UNESCO.

Dianawati, S. (2006). Analisis Pengaruh Motivasi dan Tingkat Pendidikan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Repository UIN Jakarta.

Lippman, I. B. (1938). What the good citizen should know. New York: The Macmillan Company.

Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. New York: Continuum.

Illich, I. (1971). Deschooling society. London: Marion Boyars.

Marshall, A. (1890). Principles of economics. London: Macmillan.

Schultz, T. W. (1961). Investment in human capital. New York: The Free Press.

Largevelt, M. J. (2006). Pendidikan, Repository UIN Jakarta.

Admin, (2024). Pengertian Pajak: Fungsi, Manfaat, Jenis dan Cara Membayar", Gramedia (https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-pajak/) (Last accesed 22 June 2024)

Admin, (2024) BAB II KAJIAN PUSTAKA, Repository Kwikkiangie http://eprints.kwikkiangie.ac.id/1862/3/bab%202.pdf  (last accesed 22 June 2024)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2021). Rencana Strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2020-2024 (https://www.kemdikbud.go.id/)_[Last accesed 22 Juni 2024]

UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (https://sisdiknas.kemdikbud.go.id/)


Penulis: Fian Anawagis (Mahasiswa Digital Neuropsikologi UICI)