Malam Dan Problematika.

Di kesunyian malam, angin berhembus dari segala arah,
menembus tubuh hingga terasa ke tulang.
Suasana hening diiringi nyanyian jangkrik,
seolah alam pun turut menenangkan pikiranku.

Aku bermeditasi dalam sunyi,
memejamkan mata, menenangkan batin yang lelah,
berharap batin dan pikiranku tak lagi bertengkar,
seperti malam yang berdamai dengan sepinya.

Di antara redup cahaya bulan,
kutemukan wajahku yang lain,
yang diam, yang pasrah,
namun masih menyimpan bara harapan kecil.

Kadang, diam bukan berarti menyerah,
melainkan cara lain untuk memahami luka.
Karena tak semua tangis harus terdengar,
dan tak semua tanya perlu dijawab malam ini.

Aku biarkan waktu mengalir seperti udara,
menyapu resah yang menempel di dada.
Sebab aku tahu,
setelah gelap ini akan ada pagi yang menunggu dengan senyumnya.

Selamat menikmati malam yang berselimut problematika,
tempat kita belajar bahwa damai,
bukan tanpa badai,
melainkan kemampuan hati untuk tenang di tengahnya.

Oleh: Faharuddin 
Alamat: Gowa, Pattallassang
No. WA: 088242150360
Akun MedSos: IG: faharuddin_01